Setelah berjuang selama satu tahun dihadapkan dengan kelas yang hancur lebur ditambah dengan patahnya hati. Akhirnya saya pun naik ke kelas 9. Di kelas 9 ini saya masuk ke dalam kelas 9.4 awalnya saya mengira di kelas ini saya bersatu kembali dengan anak anak yang kurang saya setujui. Namun akhirnya saya pun bersyukur karena anak anak 8.4 yang bergabung dengan kelas 9.4 adalah anak anak yang saya setujui. Di kelas 9.4 ini awalnya saya mempunyai mimpi dan tekad yang besar untuk mendapatkan nilai UN dan semester yang besar. Tapi tidak dari situ saja saya juga bersemangat untuk dapet menyaingi nilai ardillah. Kala itu della berada di 9.2 dan saya juga bersyurkur della masih berada di gedung atas sehingga saya bisa melihatnya dari jauh juga. Pemikiran saya saat itu adalah “nilai gua harus lebih tinggi dari dia, nem UN gua harus lebih tinggi dari dia. Kalo perlu gua ada di urutan nomor satu!! Bakal gua buktiin ke della kalo sebenernya tuh gua pantes sama dia!!!” Dengan semangat yang berapi api dan membara saya pun mulai menjalankan tekad saya dengan belajar setiap hari. Saat itu saya benar benar berkebalikan dengan kehidupan saya sewaktu di kelas 8 yang malas, menjadi rajin membaca dan mengerjakan soal soal. Hal tersebut saya lakukan sampai liburan puasa tiba. Disaat bulan ramadhan disaat tarawih,tadarus,salat, dan berbagai aktivitas keagamaan yang lainnya, saya selalu teringat akan muka dia dan namanya. Namanya tak henti hentinya keluar dari pikiran saya sewaktu sedang salat dan mengaji. Entah mengapa namanya dan wajahnya selalu terbayang di kepala saya. Saya coba singkirkan tpi tak lama kemudia pikiran tersebut datang kembali. Akhirnya lebaran pun tiba orang orang salaing memaafkan satu sama lain. Tak ketinggalan saya dengan della dan juga iis. Kedua perempuan tersebut saya kirimkan inbox via facebook. Masing masing isinya adalah ucapan “minal aidzin” dan tentunya dilengkapi dengan beberapa kalimat yang lain. Ketika saya mengirim inbox tersebut kepada iis tak ada rasa malu atau takut kirim tinggal kirim tak ada yang dikhawatirkan melalui inbox tersebut. Namun berbeda dengan della ketika saya menuliskan dan merangkai kata kata apa saja yang tepat untuk disampaikan kepadanya, entah kenapa ketika kalimatnya sudah jadidah hendak mengirimkannya ada rasa malu and khawatir, jikalau dia tidak mau membalaskan inbox ini. Awalnya saya sempat mengurungkan niat saya untuk mengirim pesan inbox tersebut. Namun setelah dipikir pikir, saya pun memberanikan diri saya untuk mengirimkan inbox tersebut. Setelah terkirim yang ada didalam hati saya hanyalah harapan agar dia mau memabalaskan inbox saya dengan baik. Saya pun sempat menjadi nervous sendiri karena telah mengirimkan inbox tersebut. Setelah berharap dan berharap doa dan berdoa, akhirnya inbox saya dibalas dengan halus dan lembut seketiak saya senang dan senyum senyum sendiri karna setelah sekian lama hampir sekitar 2 tahun saya menunggu balasan seperti ini akhirnya bisa juga terjadi. Setelah mendapatkan balasan pertama lalu dilanjutkan dengan percakapan yang menyenangkan, setiap pagi,siang,sore,malam. Saya dan della tetap saja inbox-an tak mengenal tempat jarak dan waktu kami selalu seperti itu. Tak terasa kami semakin hari semakin dekat. Pertanyaan yang saya ajukan semakin mengarah kearah ke pribadian. Mulai dari udah makan belum?? Belom tidur??dll. melihat hal itu saya mulai menyiapkan kata kata yang tepat untuk mengungkapkan rasa cinta ini yang sudah dipendam selama 2 tahun. Saya mulai membuat kata kata yang romantic agar dapat diterima dengan baik olehnya. Dari sekian banyak pertanyaan yang dia kirimkan melalui inbox facebook yang paling berkesan adalah ketika saya membalas inboxnya disaat jam 1 malam ia membalas dengan perkataan"haha iyaa, hah? balesnya jam stengah 1an yah?malem bgt,jgn tidur malem malem kamuuuuuu ._.kan sekolahh'' seketika saya benar benar senang bagaikan ingin terbang keawan. Entah pa yang merasuki tubuh saya saat itu kala itu saya benar benar senang sekali. Setelah itu saya pun bingung ingin mengungkapkan perasaan ini langsung atau melalui sms. Akhirnya saya putuskan untuk menyatakan cinta ini melalui sms. Pada hari itu adalah hari kamis petang setelah selesai salat maghrib saya pun melanjutkan dengan makan malam. Sambil makan saya pun membalas inbox yg telah iya kirimkan, namun ada yang aneh kali ini ntah kenapa nada yang ia tuliskan diinbox kali ini berbeda, nadanya berubah tinggi saya pun heran dengan itu, namun saya masih tetap berpositif thingking Namun ditengah makan teman saya pun datang, untuk mencari bahan untuk kebutuhan sekolah besok. Saya yang masih ditengah makan akhirnya berhenti sejenak lalu bergegas menemui teman saya yang sudah menunggu didepan rumah saya. Kami ingin mencari bahan tersebut di alfamart. Sambil membalas beberapa inbox yg della kirimkan. Akhirnya sayapun berpendapat untuk menyatakan perasaan saya hari itu juga. Setelah sampai di tempat tujuan saya pun menyiapkan sms yang akan saya gunakan. Setlah dapat saya mulai sms dia dengan “assallammualaikum ini ardillah bukan?” lalu iya pun menjawab dengan “iya bener, maaf ini siapa??” lalu kami sms-an beberapa kalimat saja. Disaat saya sedang bersiap mengirimkan sms yang berupa perasaan saya selama ini. Namun ketika saya masih mengisi kolom nomornya, tiba tiba ada sms yang masuk dari dia. Yang berisi “eh dat lu jgn ngirim inbox ke gua dulu yah” lalu dengan heran saya menjawab “loh emangnya kenapa??” lalu dia menjawab ”gua takut ketauan” “loh emangnya takut ketauan sama siapa??ortu??kk?ade?? atau saudara?? :D” lalu dengan secara tidak besalah dia menjawab dengan “ yaaaa sama pacar gua lah” seketika saya lemes, ntah apa yang ingin saya lakukan saya terjongkok ditengah tengah orang orang sedang berbelanja. Denga perasaan hati yang sangat kacau saya hanya bisa menjawab sms itu dengan “oh yaudah” saya tak bnyk berbicara setelah itu. Lalu setelah kembali kerumah. Makanan yang tadi saya makan saya pun menjadi tidak bersemangat lagi. Lalu sayapun mengunci diri saya didalam kamar saya. Hal tersebut terjadi sampai 3 hari. Hati saya kala itu benar benar hancur. Bahkan semangat yang tadinya saya kejar untuk dikelas 9 itu seakan akan sudah tidak ada lagi, harapan saya seakan akan sudah tidak ada lagi. Untuk menghilangkan rasa tersebut bukalah hal yang cepat saya masih teringat ingat akan chat yang ada di facebook, saya masih ingat kami menjadi dekat hanya dalam 7 hari 7 jam 5 menit. Akhirnya saya hanya bisa pasrah, saya hanya bisa bersyukur sudah diberi kedekatan yang sangat saya harapkan semenjak di kelas 7. Dua minggu pun berlalu semenjak keajadian tersebut, hari itu juga hari kamis malam jam 7.30. Hari itu saya sedang belajar pelajaran biologi, dikarnakan keesokkan harinya adalah ulangan biologi. Saat sedang focus belajar, tiba tiba handphone saya bedering menandakan ada sms yang masuk. Saat mengecek dari siapa sms tersebut sayapun terkejut melihat sms yang masuk tersebut ternyata dari della. Perasaan senang dan terkejutpun menjadi satu. Senang karna di masih ingat saya dan terkejut mengingat dia sudah mempunyai pacar. Setalah saya Tanya ternyata dia sudah putus. wow, lalu tanpa disangka saya di sms seperti ini”trus lu itu sukanya sama siapa?? J” sayapun terkejut ingin rasanya menyatakan ini semua tapi saya malu. Akhirnya saya menjawab dengan”loh emangnya kenapa nanya begitu??” AHHH rasa menyesal langsung terasa ketika 2 hari kemudian mereka kembali berpacaran. Andaikan saat itu saya tidak malu pasti saya sudah berpacaran oleh dirinya itu. rasa penyesalan tersebut tidak hanya sampai disitu saja. Penyesalan itu sangat terasa ketika melihat ia dan pacarnya seringkali berantem. Tapiiii itu lah penyesalan selalu datang belakangan. kita hanya bisa memilih yang terbaik…. Ohh della ingin rasanya kau mengetahui ini bahwa pernah ada orang yang mencintai mu selama 2 tahun. I hope you know that…
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar