Kontributor

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Long journey to getting your love

  Seperti yang sudah diceritakan diatas, setelah saya menjauh dari iis saya pun sedih. Tetapi kesedihan itu tidak berjalan lama. Semua dimulai ketika saya dan teman teman saya sedang duduk dan berbagi cerita di depan kelas. Ketika saya hanya sedang terdiam mendengarkan teman teman saya berbicara ,disaat itulah saya melihat seorang perempuan yang mempunyai mata yang cantik, berambut panjang dan lurus.pertama melihatnya saya bagaikan terpaku dan terdiam. Jantung saya seakan akan beredegup dengan kencan. Ketika dia jalan bersama seorang temannya yang baru saja selesai dari pelajaran olahraga . saya pun tersadarkan ketika teman saya menepuk saya sehingga saya tersadar dari lamunan saya. Saya benar benar seakan akan tidak percaya apa yang baru saja terjadi. Saya bagaikan dipertemukan oleh seorang bidadari. Beberapa hari kemudian saya menanyakan kepada teman saya yang satu kelas dengan perempuan tersebut. Disaat kami sedang membeli jajanan didepan sekolah saya pun menanyakantentang anak perempuan tersebut, “ eh bro lu tau ga anak perempuan dikelas lu yg tingginya sekitar segini (sambil menunjukkan bahu) rambutnya panjang,lurus. Dia namanya siapa??” dengan rasa penasaran yang tinggi saya menanyakan hal tersebut kepadanya. Lalu dia pun menjawab “yang mana??..... ohh iyaaa iyaa dia itu namanya itu della. Dia udah punya pacar tau” seketika saya pun sedikit patah hati, setelah mengetahui gadis yang saya suka telah ada yang punya. Namun saya tidak peduli akan hal tersebut. Setiap hari, setiap jam, setiap menit saya selalu berusaha untuk dapet menatap matanya yang jelita itu. Pernah suatu ketika saat pelajaran matematika. Saya dipanggil oleh salah satu teman perempuanya untuk berbicara diluar. Sebenarnya saya sedikit risih karan saat itu seharusnya saya seadng mengerjakan tugas. Lalu karana diizinkan oleh sang guru saya pun menurutinya. Saat di depan kelas, Dia bilang “tunggu di depan taman saat jam istirahat nanti”. Dengan senang hati saya menyetujui permintaannya tersebut. Setelah jam istirahat tiba saya pun menemui mereka, didepan taman tersebut. Alangkah senangnya saat saya melihat temannya itu datang besama dengan della. Namun harapan saya tidak seperti apa yang terjadi. Awalnya saya pikir dia datang untuk menemui saya namun ternyata ia datang karan salah satu temannya menminta nomor handphone saya. Walau dalam keadaan kecewa saya tetap memberikan nomor handphone saya. Demi saya dapat berbicara dengan dekat dengan dirinya dan menatap langsung matanya dari dekat saya rela memberikan nomor saya kepadanya walau nomor tersebut bukan untuk dirinya melainkan untuk temannya. Hari hari berlanjut tapi entah kenapa rasa ini masih ada padanya, dan berlanjut sampai ke kelas 8
                kenaikan pun tiba saat kelas 8 saya masuk kekelas 8.4 sedangkan dia masuk ke 8.1 tak apa menurut saya yang penting ruangannya masih sama sama diatas sehingga saya masih bisa mencuri pandang darinya. Walaupun lokasinya tak sedekat sewaktu kelas 7 yang hanya dibatasi oleh satu tembok, kini dikelas 8 dihalangin oleh 3 kelas. Disaat kelas 8 saya selalu menunggu nunggu kapan ia putus dari pacarnya sehingga saya dapat mendekati dirinya. Hingga suatu ketika , ketika teman satu ekskul saya dan saya sedang menunggu azan jum’at kami pun menunggu azan sambil bercanda canda, dan sampai akhirnya ia menunjukkan sesuatu kepada saya”eh dat lu tau si afi ga??” “iya gua tau, emangnya kenapa??” “diakan pacaran tau..” “iya apa??perasaan dia diem diem aja tuh..” “ihh seriuss. Nih liat nih cewenya..” lalu dia pun membuka facebooknya dan menunjukkan foto pacar teman saya tersebut. Lalu dengan rasa terkejut ternyata perempuan yang dimaksud adalah si della!! Saya hanya menarik nafas dalam dalam dan tanpa bersalah teman saya bilang “cakep yah..” “hahaha iyah cakep banget (padahal sedih didalem hati)”. Semenjak kejadian tersebut saya hanya bias besabar sambil menunggu. Terkadang dulu disaat saya sering membuka facebook, saya suka cemburu ketika mereka berdua komen komenan status, sambil bermesraan. Tpi saya selalu ingat bahwa dia ini teman saya tidak mungkin saya merengutnya begitu saja. Hal tersebut semakin membuat saya dikelas 8 itu semakin terpuruk, dengan kelas yang hancur lebur, dan ditambah melihat sang pujaan hati berada di hati teman sendiri. Disaat itu satu satunya cara agar saya bisa berbicara dengannya adalah hanya dengan mengejeknya dengan kata “cie” sebetulnya di kelas 8 itu benar benar cobaan didalam hidup saya selama di smp.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar